Reality Phobia
Kemaren dia menyeduh secangkir kisah
Tentang pohon cemara yang ujungnya meruncing tajam
Tentang akar-akarnya yang menghunjam kuat ke tanah
Tentang kulit batangnya yang kasar menggores lengan
Dia menggambarkan pohon itu di dinding-dinding kamar
Mungkin dia tak tahu, mungkin juga tak terlihat olehnya
Di ujung pohon itu kutilang kecil bernyanyi riang
Di bawah akarnya, cacing tanah berlindung dari matahari
Di balik kulitnya yang kasar semut-semut memberi makan anaknya
Dan sekarang kulukiskan mereka di dinding-dinding kamarku